Have an account?

Menyetrika Kehidupan

CATEGORY: | Friday, 19 March 2010
0

Aktivitas yang hampir dua atau tiga hari sekali saya lakukan ketika pagi hari pra berangkat kerja adalah aktivitas menyetrika. Nyetrika baju yang mau dipake kerja aja hehehe. Maklum, saya memang berusaha untuk mandiri walaupun banyak usaha laundry di seputar tempat tinggal saya. Padahal intinya ga punya duit aja buat ke laundry hehehe… Sejatinya daripada mencuci saya memang lebih memilih untuk menyetrika. Tapi apa hendak dikata, saya ga bisa memilih, lha mau memilih gimana, emang kalo saya memilih, pilihan yang lain ada yang ngerjain hehe…

Sahabat kreatif, salah satu hal yang tidak saya sukai dari menyetrika adalah hawa panas yang muncul dari setrika. Apalagi kalo tidak berhati-hati dan terkena kulit kita…mak nyuss…. Terkadang terpikirkan bagaimana rasanya baju yang disetrika itu ya…. Hmm…. ya panas lah pastinya hehehe. Tapi pastinya setelah disetrika, baju tadi yang awalnya kusut dan awut-awutan menjadi rapi. Tentu bagi si pemakai akan lebih kelihatan keren…kecuali kalo emang dari awal sahabat kreatif ga keren, pake baju apa aja ga bakalan keren beda ama saya hehehe………

Sahabat kreatif, cobalah belajar dari menyetrika ini. Tak jarang, kehidupan kita terasa begitu nyam nyam eh nyaman. Sampai akhirnya kita terjebak pada kenyamanan. Akhirnya kita tak akan pernah menjadi lebih baik. Atau, hidup kita yang sudah mulai kusut, tidak teratur, awut-awutan tentunya akan menjadi lebih rapi dan lebih indah jika kita mau menyetrika kehidupan kita. Kondisi tidak nyaman tentu akan kita rasakan, seperti halnya baju tadi yang harus merasa kepanasan tiada tara untuk mencapai kondisi rapi. Ya, paksakan diri kita, walaupun tidak nyaman, untuk menjadi lebih rapi dan lebih indah. Kalo hidup sudah tidak teratur, cobalah mengatur kembali dan mendisiplinkan untuk mematuhi peraturan hidup kita. Kalo hidup sudah jauh dari planning atau bahkan tidak punya planning, paksakan diri kita untuk berjalan pada jalur yang menuju planning kita walaupun jalan itu akan memakan habis kenyamanan perjalanan hidup kita.

Bagaimana dengan sahabat kreatif, berani menyetrika kehidupan…..

Dadu Bernoktah Seratus

CATEGORY: |
0

Ketika kecil dulu, beberapa diantara kita tentu tidak asing dengan sebuah permainan yang disebut dengan ular tangga. Permainan ini sering sekali dianggap sebagai permainan yang mengandalkan keberuntungan. Ya, karena hanya dengan menggelindingkan sebuah dadu dan kemudian kita melangkahkan bidak kita sejumlah noktah yang berada pada dadu tersebut. Lebih dari itu, kalo kita memaknai bagaimana seseorang dikatakan menang dalam ular tangga, ternyata butuh perjuangan yang sangat panjang. Terkadang ketemu dengan tangga yang membawa kita kepada posisi yang lebih tinggi. Dan ketika sudah berada pada posisi yang lebih tinggi, terkadang kita ketemu dengan ular yang memaksa kita untuk turun posisi. Ya, begitulah kehidupan, kadang naik kadang turun. Satu hal lagi, ketika sudah akan ketemu dengan titik terakhir, ternyata kadang kita tidak menemukan noktah yang menunjukkan jumlah langkah untuk mencapai titik tersebut. Kadang lebih dan memaksa kita untuk mundur terlebih dahulu, kadang kurang. Ya begitulah kehidupan, biarlah indah pada waktunya.

Pada kesempatan kali ini, kita tidak akan banyak bercerita tentang keberuntungan dan perjuangan untuk mencapai sebuah keberhasilan. Kita juga tidak akan membahas sebuah perjudian yang dilakukan dengan menggelindingkan atau menguncalkan (kata salah seorang dosen probabilita dan statistika ketika duduk di bangku kuliah dulu) sebuah dadu. Lha terus mbahas apa donk…mbahas ular aja halah. Sahabat kreatif, kalo kita mau cermat dengan sebuah benda bernama dadu, kita tidak akan menemui dadu yang tidak bernoktah. Dadu yang normal, yang memiliki enam sisi (karena dulu dosen yang saya ceritakan diatas katanya pernah mencoba mencari dadu bersisi delapan sampe ke negeri cina, kayak menuntut ilmu aja ya sampe ke negeri cina hehe..) selalu memiliki noktah pada setiap sisinya. Dari noktah bermata satu sampe noktah bermata enam. Sudahkah sahabat kreatif menangkap apa yang saya maksudkan???

Jujur saja sich saya tidak yakin sahabat kreatif bisa menangkap maksud saya, lagian saya memang tidak menguncalkan maksud saya, sehingga wajar saja sahabat kreatif tidak bisa menangkap maksud saya hehe….

Sahabat kreatif, dadu bermata enam tersebut pada dasarnya memberikan kita sebuah pesan dan motivasi yang luar biasa dan super, bahwa yang namanya kehidupan itu harus tetap berjalan, apapun yang terjadi, apapun yang harus kita hadapi, kita harus tetap melangkah dan berjalan, baik sedikit ataupun banyak. Apakah berjalan hanya satu langkah, apakah dua langkah lebih-lebih kita mampu berjalan enam langkah, sehingga kita bisa dengan lebih cepat meraih apa yang kita tuju. Lebih cepat lebih baik kalo kata salah satu pasangan capres-cawapres. Dadu tersebut seolah memberikan pesan juga untuk tidak pernah surut walau selangkah dan tidak henti walau sejenak untuk meraih cita kita.

Sahabat kreatif, masihkah kita tetap terdiam terpaku dan memasang standar dan akhirnya ga jalan?? Sepertinya kita perlu menengok kembali dadu kita, jangan-jangan ada sisi yang tidak ada noktahnya. Kalo seperti itu berarti kita perlu menggambar noktah pada dadu kita sehingga kita akan selalu berjalan dan tidak stagnan. Kalo perlu gambar di dadu kita sebanyak seratus noktah, biar kalo seperti maen ular tangga, sekali start kita bisa langsung mencapai tujuan, sampe gambar piala hehehe….

Bagaimana dengan sahabat kreatif, masih punya dadu tak bernoktah dan ga berani menguncalkannya, atau berani menggambar banyak noktah di dadu kita dan kemudian diuncalkan biar bisa berjalan lebih cepat???ayo..uncalkan dadumu…